Senin, 8 November 2021 – 13:06 WIB

VIVA – Otoritas Jasa Keuangan menilai perkembangan sektor financial technology (Fintech) telah sangat membantu upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.

Karenanya, Advisor Grup Inovasi Digital Keuangan OJK, Maskum memastikan, untuk mendorong hal tersebut OJK pun akan mendukung berbagai upaya. Termasuk, penyelenggaraan kegiatan Bulan Fintech Nasional yang diharap bisa mengedukasi masyarakat untuk semakin pintar memanfaatkan produk dan layanan fintech yang ada saat ini.

“Seperti misalnya fintech lending, fintech payment dan lain sebagainya secara aman,” kata Maskum dalam telekonferensi, Senin, 8 November 2021.

Faktor keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan layanan fintech sedang banyak disorot belakangan ini. Presiden Joko Widodo pun meminta kolaborasi banyak pihak, untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat sembari menata instrumen formal untuk menekan pergerakan lembaga fintech ilegal.

Apalagi, potensi fintech di Indonesia sangat terbuka lebar, dengan semakin luasnya akses internet. Bila dibandingkan dengan komposisi masyarakat Indonesia yang belum tersentuh layanan perbankan konvensional.

Baca juga: Sandiaga Uno: 46 Juta Lapangan Kerja Baru Akan Muncul Akibat Teknologi

Hingga 2019, komposisi masyarakat yang tidak memiliki rekening di bank (unbanked) mencapai 92 juta orang. Sementara masyarakat underbanked, yakni mereka yang punya rekening namun belum bisa memanfaatkan jasa keuangan seperti investasi, kredit, dan asuransi, totalnya mencapai 47 juta orang.



Sumber link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *